KUNJUNGAN KERJA PRESIDEN RI
Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingin memperdalam
pendidikan yang diselenggarakan oleh Sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPM)
Negeri Waiheru, Ambon, Maluku, salah satu satuan pendidikan menengah
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Hal ini dilakukannya dengan berdialog
dengan para siswa saat mengunjungi sekolah tersebut bersama Ibu Negara Iriana Joko
Widodo beserta sejumlah Menteri dan Pejabat Negara lainnya untuk melakukan
penebaran benih ikan di keramba jaring apung, Kamis (9/2), sebagai salah satu
rangkaian kegiatan kunjungan kerjanya di Ambon.
Salah
satu ketertarikannya adalah terhadap pendidikan vokasi yang diselenggarakan
SUPM dengan porsi praktik 70% dan teori 30% dan pendekatan teaching factory untuk menghasilkan wirausaha muda di sektor kelautan
dan perikanan. Sebanyak 46% peserta didik merupakan anak pelaku utama kelautan
dan perikanan (nelayan, pembudidaya, pengolah dan pemasar ikan, serta petambak
garam) yang tidak mampu.
“Jumlah
guru 29 orang dan tenaga kependidikan 54 orang,
sehingga total 83 orang. Mengapa banyak? Karena sekolah kami boarding school, kami memiliki fasilitas-fasilitas yang disiapkan untuk wirausaha, guru-guru ditempatkan di semua
instalasi-instalasi, ada instalasi budidaya, instalasi pengolahan, instalasi
perbengkelan, dan instalasi penangkapan (ikan),” ujar Kepala SUPM Waiheru
Achmad Jais Ely menjawab pertanyaan Presiden.
SUPM
Waiheru selain mendidik 532 siswanya, juga mendidik para siswa di 31
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang melakukan praktik magang di SUPM Waiheru.
“Rata-rata mereka magang selama sebulan. Kami
memiliki fasilitas yang paling lengkap dibanding semua SMK tersebut. Kami
memberikan pemahaman tentang kompetensi dan kami juga berikan sertifikat. Ini
sertifikat dari BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi), karena kami sudah
dapat lisensi dari BNSP. Sesuai amanat Bapak pada Inpres (Instruksi Presiden) tentang
revitaslisasi SMK kami telah lakukan dan wujudkan, dibuktikan dengan 31 SMK
yang magang di sekolah ini,” terang Jais.
Dijelaskan Jais, pihaknya juga bekerja sama dengan
Komando Daerah Militer XVI/Pattimura dalam Program Emas Biru. Kerja sama ini dilakukan
untuk melatih dan mendampingi masyarakat Ambon dan sekitarnya dalam melakukan
kegiatan budidaya ikan pada keramba jaring apung.
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia dan
Pemberdayaan Masyarakat Kelautan dan Perikanan (BPSDMP KP) Rifky Effendi
Hardijanto dalam kesempatan terpisah menyampaikan, kiranya apa yang telah
dikembangkan di SUPM Waiheru dapat menjadi referensi bagi sekolah vokasi
lainnya, terutama di lingkup KKP.
“Kami pun terbuka sekali untuk bahu-membahu dengan
rekan-rekan di sekolah kejuruan. Sudah menjadi tugas KKP untuk mendukung
revitalisasi sekolah kejuruan di Indonesia. Ini tidak hanya di Waiheru Ambon,
namun juga menjadi kebijakan untuk dilaksanakan oleh semua sekolah kejuruan
kelautan dan perikanan di KKP,” ujarnya.
Ia mengatakan, saat ini di lingkup KKP sendiri
terdapat satu Sekolah Tinggi Perikanan, enam Politeknik Kelautan dan Perikanan,
serta sembilan SUPM.
Sementara itu, pada saat penebaran benih ikan di
keramba, Jokowi mendapat penjelasan dari salah satu guru SUPM bahwa selain
ikan, SUPM ini juga belajar budidaya kerang mutiara, yang sangat potensial di
Maluku, terutama di Dobo, Kepulauan Aru. Ia mengatakan, saat ini ahli dalam
proses operasi atau penanaman nukleus pada kerang mutiara dimiliki oleh Negara
Jepang. Demikian pula nukleus untuk kerang tersebut didatangkan langsung dari
Jepang. Sehingga saat ini, SUPM Waiheru masih meminta bantuan Jepang dalam hal
nukleus dan ahlinya. Untuk itu, Presiden menyampaikan arahannya, “Agar
diseleksi lima sampai enam siswa setelahnya lulus, terutama dari anak-anak
nelayan, untuk disekolahkan ke Jepang mempelajari kerang mutiara.”
“Belajar yang sebaik-baiknya karena potensi laut
sangat besar. Nanti Bapak Kepala Sekolah akan seleksi lima sampai enam orang,
nanti kita tunggu anak-anak nelayan yang cerdas, kita sekolahkan ke Jepang.
Kamu belajar yang baik ya. Mana yang jurusan budidaya? Pengolahan? Penangkapan?
Mesin?,” ujar Jokowi kepada para siswa.
Adapun benih yang ditebar sejumlah 500 ekor dalam lima
kantong, masing-masing berisi 100 ekor Ikan Barramundi. Jais mengatakan, ikan
yang ditebar Presiden tersebut sangat cocok hidup di Teluk Ambon, di mana
lokasi keramba SUPM berada. “Sangat cocok habitatnya di sini, sangat cocok
dengan kualitas airnya juga, sehingga pembesaran ikan ini sangat cocok
dilakukan di Teluk Ambon,” ujarnya.
Terkait dengan pakan untuk budidaya ikan, Presiden
menyampaikan arahannya agar senantiasa menggunakan pakan alami. Menanggapi
arahan tersebut, Jais mengatakan, “Program Emas Biru yang kami selenggarakan
pada keramba jaring apung ini memang menggunakan pakan alami, bukan pakan
buatan, karena pakan buatan dapat memberatkan masyarakat,.”
Kesempatan dapat berdialog langsung dengan Presiden
dimanfaatkan sebaik-baiknya juga oleh para siswa. “Pak Presiden tanya langsung
kepada siswa apa itu nautika, apa itu teknika? Kami senang karena anak-anak
dapat menjawabnya dengan baik,” ujar Jais.
“Tadi pas
beliau datang saya kaget kirain mau foto saja toh, tapi beliau tanya apa itu nautika? Saya jawab nautika itu berkaitan
dengan alat-alat untuk navigasi di laut, untuk belajar di laut jadi ahli
navigasi kapal perikanan,” ujar M. Al Jihad Liem, siswa Kelas 3 Jurusan Nautika
Perikanan Laut asal Kabupaten Buru.
Sama halnya dengan Sutarmin, siswa kelas 3 Jurusan
Teknika Perikanan Laut, anak nelayan asal pulau Osi, Kabupaten Seram Bagian
Barat. “Kamu jurusan apa? Saya Teknika Perikanan Laut. Teknika itu tentang apa?
Tentang permesinan. Ya kamu harus rajin belajar. Beliau sampaikan kepada
teman-teman semua ayo rajin belajar, semangat belajar terus,” ujar Sutarmin
menirukan percakapannya dengan Presiden.
Presiden juga menanyakan tentang rencana para siswa
setelah lulus dari SUPM ini. “Waktu Presiden datang saya membuka kantong ikan,
dikeluarkan oleh beliau satu per satu. Beliau tanya setelah lulus mau jadi apa?
Kami jawab mau wirausaha. Kata Pak Jokowi itu bagus, itu yang benar. Kami ingin
membuka usaha budidaya dengan keramba jaring apung. Terima kasih dengan
kesibukan beliau tiap hari bisa menyempatkan kunjungan ke sekolah kami,” ujar
Annisa Nurlatu, siswi Kelas 3 Jurusan Teknologi Budidaya Perikanan asal
Kabupaten Buru Selatan.
Senada dengannya, Malvin Liwuto, siswa Kelas 3 Jurusan
Teknologi Budidaya Perikanan asal Kabupaten Buru Selatan pun ditanya demikian.
“Kamu tingkat berapa? Tingkat 3. Jurusan apa? Teknologi Budidaya Perikanan.
Setelah lulus mau kemana? Saya akan usaha budidaya hingga dapat terkenal di
seluruh Ambon,” ujar Malvin tersenyum menirukan percakapannya dengan Presiden.
Jais mengatakan, Presiden sangat mengapresiasi
pendidikan kelautan dan perikanan yang telah dilakukan. “Beliau berpesan
agar ditingkatkan lagi dan agar mendampingi anak-anak dengan baik,” tutup Jais.
https://www.youtube.com/watch?v=qZhf3Eg4zvc
https://www.youtube.com/watch?v=fx4NtEX75gc
Posting Komentar untuk "KUNJUNGAN KERJA PRESIDEN RI "